Bijaklah Memilih Menu Berbuka Puasa, Jika Tak Ingin Diabetes

Saat acara buka puasa beberapa hari yang lalu bersama teman-teman semasa sekolah dulu. Ada salah seorang yang bertanya kepada saya

"Bro... lo udah liat video viral salah satu jamaah yang meninggal pas solat taraweh?"

"Wah belum bro.. mana video nya?" Kata saya sambil menoleh ke arah layar Hp yang dia segera tunjukkan kepada saya.

Ini video nya:

"Itu kira-kira kenapa ya bro?" Tanya dia..

"Ya sudah takdirnya lah bro"

"Ya itu sih semua jg tahu. Maksudnya... lo kan selama ini suka nulisin artikel-artikel kesehatan di web klien Milagros. Kali aja punya banyak referensi ilmiah tentang itu" Sambungnya sambil memperhatikan saya menutup botol Milagros yang sudah kosong saya teguk sampai tetes terakhir.

"Mmmh bisa jadi itu karena kadar gula yang melonjak secara tiba-tiba bro "

Lalu saya menunjukkan kepada dia artikel dari allodokter yang menjelaskan tentang kadar gula terlalu tinggi menyebabkan kematian.

Ini artikelnya >> Hati-hati kadar gula tinggi dapat menyebabkan kematian

"Kok bisa gitu ya bro?, padahal kan kalau kita berpuasa harusnya kadar gula turun. Karena kita gak makan dan minum saat siang hari" Dia balik bertanya dengan tatapan yang memohon penjelasan.

"Jadi gini... " Saya mulai menjelaskan..

Pada saat kita puasa, kita tidak makan dan minum sejak subuh sampai magrib. Itulah yang membuat gula darah kita turun. Itu juga yang membuat cadangan gula di liver yang disebut glicogen, juga menurun secara drastis.

Turunnya gula darah dan glicogen di liver, membuat pankreas kita berhenti memproduksi insulin. Karena insulin hanya akan diproduksi oleh pankreas hanya saat gula darah kita sedang tinggi. Tujuannya agar gula darah segera turun. Sebab gula darah tinggi sangat berbahaya. Bisa menjadi racun.

"Sampai sini lo udah mulai paham?"

"Hmmm iya iya bro.. trus?" Sambungnya dengan nada yang penuh rasa penasaran.

Nah...
Setelah seharian kita puasa, gula darah dan glicogen turun, kita kemudian berbuka dengan menu-menu sejenis makanan yang manis dan full karbohidrat. Dan semua jenis karbohidrat itu sifatnya sama. Walau rasanya tidak manis, nasi yang kita makan, roti, mie, atau gorengan, semuanya adalah karbohidrat.

Dan saat masuk ke dalam tubuh, semua karbohidrat itu akan diubah menjadi gula.

Jadi bisa dibayangkan...

Saat berbuka puasa kita membombardir tubuh kita dengan begitu banyak gula. Gula dari gula pasir dalam es campur atau kolak. Juga gula dari buah, nasi, roti, juga gorengan.

"waduh.. berarti gue salah pesen menu nih ya?" Kata dia, sambil memandang gelas es campur yang sudah hampir habis diminum.

Jadi gula darah kita bisa langsung melonjak seketika. Kemudian....karena tiba-tiba gula darah melonjak, sementara insulin seharian sudah berintirahat, maka tubuh kita akan kaget. Pada kondisi ini Pankreas akan buru-buru memproduksi insulin, agar gula darah bisa segera stabil kembali.

Insulin akan mendistribusikan gula darah itu dalam bentuk glycogen. Disimpan dalam liver dan otot tubuh kita. Tapi... liver hanya bisa menampung 100 gram saja. Sementara otot, kalau aktivitas kita tinggi, itu bisa menyimpan glicogen sampai 500 gram.

Masalahnya, jika kita jarang bergerak. Kerja ga make otot, fitnes enggak pernah. Jadi otot kita paling cuma bisa menyimpan gula dalam bentuk glycogen sekitar 200 gram saja.

Sisanya dikemanain?

Sisa glycogen dimasukkan ke dalam sel adipose tisue.

Tapi sel ini tidak bisa menyimpan kelebihan gula dalam bentuk gula atau glicogen. Makanya kelebihan gula itu diubah dulu menjadi lemak, baru kemudian disimpan.

Penyimpanan itu letaknya di perut, di pinggang, bokong, lengan, atau pipi. Makin banyak cadangan lemak yang disimpan, artinya kita makin gendut.

Tapi...
Kalau sebelum-sebelumnya gula darah kita selalu tinggi, maka pankreas kita tidak pernah istirahat. Lembur terus memproduksi insulin agar gula darah bisa stabil.

Kalau lembur terus, lama-lama produksi insulin tidak cukup untuk menstabilkan gula darah. Kalau hal itu sudah terjadi, artinya kita sudah menderita diabetes.

"Oke broo.. gue paham sekarang. Pantesan Nabi Muhammad kalau buka puasa cukup dengan 2-3 butir kurma. Gak berlebihan kaya saya ya bro..." Katanya sambil manggut-manggut pertanda semakin paham dengan resiko diabetes.

"Bener broo..."

Oiyaa satu lagi, kalau kita imbangi dengan minum Milagros sesaat setelah berbuka puasa. Milagros akan bereaksi dengan kadar gula berlebih didalam darah kita. Dengan demikian pankreas kita tidak bekerja terlalu berat untuk memproduksi insulin demi menetralkan kadar gula. 

"Hmmm begitu ya, saya mau dong Milagros nya. Lo bawa gak?

"Ada tuh di Mobil..." Kata saya singkat...

Jika Anda berada di Bandung dan sekitarnya, tertarik untuk mencoba terapi air Milagros untuk berbagai macam keluhan penyakit Anda? Silahkan kontak Chat 081218648169 (Whatsapp Only)
Disqus Comments
Sukses adalah Pilihan

Keputusan Anda dimulai dari diri sendiri dan mulai dari sini

Membaca Peluang

Kekayaan dan kesehatan adalah 2 hal yang paling dibutuhkan manusia

Video Gallery

Mungkin Anda akan terkejut melihat fakta berikut ini

Marketing Plan

Disini Anda akan mengetahui bagaimana Milagros 'menyehatkan' finansial Anda

Copyright © 2017 Bisnis Milagros Bandung